Seminar Nasional Kesehatan

PENINGKATAN PERAN TENAGA KESEHATAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0


Latar Belakang

Tenaga kesehatan sebagai salah satu unsur dimasyarakat dan pemerintahan amat dibutuhkan perannya untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Selama ini peran yang dikenal dari seorang tenaga kesehatan adalah sebagai seorang “penyembuh”. Peran ini menjadi harapan dan tumpuan masyarakat yang ingin selalu sehat menjadi tugas yang berat bagi seorang tenaga kesehatan. Diperlukan pengetahuan dan ketrampilan yang harus terus diasah, diperbaharui dan ditingkatkan, agar dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan dari ilmu kesehatan.

Data Bappenas tahun 2013, didapatkan jumlah tenaga kesehatan di puskesmas masih kurang begitu juga dengan fasilitas teknologi yang memadai. Hal ini bukan jumlah yang sedikit. Karena pelayanan pengobatan dilakukan oleh tenaga non medis dimana pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki tidak kompeten untuk melakukan tugas pengobatan. Dengan segala kekurangan dan tidak meratanya distribusi serta rendahnya mutu tenaga kesehatan yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan akan melemahkan dan mengurangi kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dan memperlambat tercapainya tujuan pembangunan kesehatan.

Dampak rendahnya mutu tenaga kesehatan membuat pelayanan kesehatan menjadi mustahil diberikan terutama untuk tindakan-tindakan yang memerlukan kompetensi khusus. Dibutuhkan fasilitas pendidikan dan teknologi yang lebih banyak dan memadai diseluruh Indonesia agar dapat mengembangkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan di Indonesia.

Berbicara mengenai revolusi industri 4.0, secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren didunia industri yang menggabungkan teknologi otomasisasi dengan teknologi cyber. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Mengutip pendapat ahli tentang revolusi 4.0, Jobs Lost, Jobs Gained : Workforce Transitions in a Time of Automation, yang dirilis McKinsey Global Institute (Desember 2017), pada 2030 sebanyak 400 juta sampai 800 juta orang harus mencari pekerjaan baru, karena digantikan mesin.

Dengan demikian kami sebagai mahasiswa memiliki upaya untuk mengadakan seminar dengan tema “Seminar Nasional Kesehatan: Peningkatan Tenaga Kesehatan Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” agar para tenaga kesehatan dapat mengantisipasi dan mencari solusi terbaik untuk masalahyang berkaitan dengan berkembangnya teknologi dan mampu menempatkan diri sesuai dengan peran dan hak yang dimiliki.


Tujuan

Kegiatan Seminar Nasional Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal ini bertujuan untuk:

    1. Memberikan informasi tentang peran tenaga kesehatan farmasi, perawat dan kesehatan masyarakat di era revolusi industri 4.0
    2. Upaya membentuk tenaga kesehatan profesional dengan pribadi yang matang dalam menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0
    3. Memberikan pemahaman dan mencari solusi terbaik untuk masalah yang yang berkaitan dengan peraturan pemerintahan dan mampu menempatkan diri sesuai peran dan hak yang dimiliki
    4. Peningkatan peran tenaga kesehatan di dunia industri, apotek, rumah sakit, dan swasta

Sasaran

    1. Praktisi Rumah Sakit, Puskesmas, Industri dan Swasta
    2. Tenaga pendidik di bidang kesehatan
    3. Siswa dan Mahasiswa jurusan kesehatan

Waktu dan Tempat

Hari, Tanggal : Kamis, 19 Maret 2020
Pukul : 08.00 – selesai
Tempat : Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten kendal

Pembicara

    1. Drs. Jamaludin, Al. J. Effendi, M, Farm,. Apt. (Ketua IAI Jateng)
    2. Drs. Partana Budiraharjo, Apt, S.H., M.PH (Pakar hukum kesehatan)
    3. Dr.Yekti ningtyastuti, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat, DNM (Direktorat Belmawa, Ditjen Dikti, Kemdikbud dan Sekretaris Pimpinan Pusat Ikatan Perawat Maternitas Indonesis- IPEMI)
    4. Ratna Muliawati, M.Kes. Epid (Pakar Epidemiologi STIKES Kendal

Fasilitas

    1. Best Venue
    2. Seminar kit
    3. Sertifikat
    4. Snack
    5. Makan siang
    6. Doorprize
    7. Photo both